15 April 2016
15 April 2016
Seorang
laki-laki yang sangat aku yakini akan menemani aku sampai dengan akhir hayat ku,
akhirnya menyerah dan pergi meninggalkan aku, Dia pergi di tengah 1001
perjuangan ku untuk berubah, berubah hanya untuk membuat dia Bahagia.
Banyak
yang berkata “Kok ga di perjuangkan dulu siy??” Sebaiknya jangan dulu kalian
menilai bahwa aku tak pernah berjuang… Bahkan kala itu aku sudah pernah
berjuang dengan sekuat tenaga yang aku punya, mendobrak segala keraguanku, lalu
dengan lantang aku menjawab semua yang menjadi tantangan dengan segala
keterbatasan ku… dan YA!! Lagi-lagi hanya untuk membuat laki-laki itu bahagia.
YA!! Hanya untuk memuaskan kebahagiaan Pria yang selama 8 tahun ini aku pikir memiliki
rasa yang tulus.
Apa
saja yang sudah kamu lakukan??? Koreksi dulu pertanyaan kalian. Bahkan hari ini
dengan sangat lantang aku berani menjawab bahkan berlutut sampai aku tak
merasakan lagi kaki ku pun sudah pernah aku lakukan… Bersimpuh.. Bersimpuh
menyembah dan mencium kaki nya pun telah sangat nyata aku lakukan, semata hanya
karena aku masih sangat mau berjuang untuk menyelamatkan apa yang sudah aku
pertahankan selama ini. Semata hanya untuk mempertahankan apa yang selama ini
aku bangga-baggakan di hadapan semua orang… Menangis berdarah pun kala itu ga
pernah aku rasakan, hanya untuk supaya dia tetap di dalam bahtera yang sudah
sangat susah payah aku bangun.
Aku
tahu 1001 pasang mata menatap memandang ku dengan tatapan sinis, dengan
pikirannya sendiri dan menganggap aku tidak pernah berjuang… Jika boleh ijinkan
aku menjawab… dan kembali aku jawab degan sangat lantang. Apa pernah ada yang
tahu aku pernah tidak pernah memiliki apa pun untuk di makan, lalu aku hanya
dapat mengandalkan segelas air putih untuk mengisi perut ku?? Apa pernah ada yang tau, dengan semua kemewahan yang laki-laki itu pertontonkan, bahkan aku
pernah makan hanya dengan nasi dan garam?? Apa pernah ada yang tau di sini,
bahwa laki-laki yang tampak luarnya sangat menyayangi aku itu, pernah dengan
polosnya meminta aku untuk menjadi LC di sebuah tempat hiburan malam?? Jika
tidak!! Tolong ubah pandangan sinis kalian dalam menilai saya!!
Apa ada yang tau di sini, apa
yang sudah pernah saya korbankan hanya untuk laki-laki yang sangat perlente
ini?? Apa di sini ada yang tau, bagaimana rasanya menutupi rasa sedih selama
bertahun-tahun, apa disini ada yang tau bagai mana rasanya menutupi rasa
terpukul selama bertahun-tahun?? hanya untuk menutupi aib seorang laki-laki
yang hanya menganggap aku sapi perah??? Jika tidak!! Ambil kursi kalian, duduk
manis dan dengar dongeng saya dengan tenang kemudian bayangkan bagai mana
perihnya saya menahan kesedihan selama 5 tahun menelan pil pahit kekecewaan, pengorbanan
saya selama 5 tahun menutupi aib bahwa laki-laki yang menuntut saya sempurna
menjadi istri ini ternyata SAKIT dan TIDAK DAPAT MEMILIKI KETURUNAN!! Lalu…. Apa kalian
masih bisa… masih sanggup mengatakan jika perjuagan laki-laki ini memenuhi semua
keinginan saya jauh lebih besar dari apa yang sudah saya korbankan, hanya untuk
menutupi AIB ini??
Bertanyalah pada hati nurani
kalian dan tolong jawab!!
Tolong jawab… apa pantas 1 saja
pengorbanan ku menerima kekurangan laki-laki yang sangat bertanggung jawab ini di
balas dengan dia lari dengan perempuan, yang menurutnya jauh lebih sempurna
dari aku?? Kemudian lihat apa kurangnya aku?? Apa karena aku bukan penjaga meja
billiard?? Apa hanya karena aku ga bisa ngulek sambel? Apa karena aku hanya
bisa bikin kue, yang tak satu sen pun keuntungannya aku pernah nikmati? Apa karena
aku tidak pernah sanggup mengatar dia saat berangkat kantor, hanya karena aku baru
mulai tertidur saat wekernya bangun tidur berbunyi karena aku baru saja selesai
dengan tumpukan adonan kue?? Apa karena aku ga pernah make up yang sesungguhnya
untuk menuruti kemauannya, dan agar supaya dia tidak perlu repot mengeluarkan
budget khusus untuk membelikan aku makeup, agar supaya dia bisa membeli parfum
yang HAMPIR TIDAK PERNAH KW!!
BERTANYALAH PADA HATI NURANI
KALIAN DAN JAWAB!!!
APA PANTAS ADALAH SUATU JAWABAN
YANG PANTAS UNTUK MENJAWAB SEMUA HAL ITU?
DAN LALU DIA KATAKAN DENGAN
LANTANG DI DEPAN KALIAN SEMUA BAHWA DIA SAYA JADIKAN SAPI PERAH???
Tanyakan ada hati nurai kalian….
SIAPA MEMERAH SIAPA DISINI??
Kemudian dengan semua yang sudah
pernah menjadi pengorbanan dan aku memilih untuk tetap tidak menyerah… dengan
sangat lantang dia katakan “AKU SUDAH GA BISA NAFKAHIN DIRI AKU, GIMANA CARANYA
AKU NGASIH MAKAN KAMU, AKU KEMBALIKAN KAMU KERUMAH ORANG TUA MU YA??” Apa layak
semua pengorbanan ku hanya minum air putih agar tidak merasakan lapar di bayar
dengan dengan bedera putih seperti itu? Kembali tolong tanyakan akal sehat
kalian!!
Apakah layak semua pengorbana
ku makan hanya dengan nasi dan garam, dibalas dengan 10001 cerita tentang
keburukan ku… fitnahan demi fitnahan diluar sana… tolong tanyakan akal sehat
kalian?? Jika kalian tidak pernah bisa berfikir dengan jernih tanpa
keberpihakan maka lebih baik hentikan mencibirku perempuan tidak berguna…
Jika kini aku menyerah…
Bukan karena aku lelah… tetapi
apakah laki-laki yang untuk mengambil barang-barangnya di rumah kami saja harus
menjadi maling masih pantas di perjuangkan??
Jika kini aku mempersilahkan
PRIA lain masuk dan mengisi hatiku…
bukan karena aku berkhianat…
aku selingkuh… namun apakah laki-laki yang lari dengan perempuan yang notabene
kenal dengan aku lumayan baik, kemudian dengan entengnya mempublikasikan hal
ini ke khalayak ramai saat urusannya dengan saya ini belum selesai ini, masih
layak mendapatkan hati yang selama 5tahun ini dengan susah payah aku jaga
mati-matian agar supaya tidak mendua??
Jika kini aku menyerah…
Bukan karena aku lelah… tapi
kembali tanyakan kepada hati nurani kalian… apa lagi yang aku harus perjuangkan…
jika sampai menangis berdarah, bersimpuh lumpuh dan bersujud menyembah mencium
kakinya pun telah kulakukan dan hanya dia anggap sampah!!!
0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home